Laporan Perjalanan ke Jogja

22-25 Juni 2009

Tanggal 22-25 Juni 2009, saya dan teman-teman perwakilan SMA Muhammadiyah 1 Gresik akan mengikuti pelatihan jelajah budaya yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Jogjakarta, adapun yang mengikuti dari SMA Muhammadiyah 1 Gresik alias SMAM ada 5 orang murid – termasuk saya, ditambah seorang guru pendamping. Nanti selama pelatihan kita akan melihat bermacam-macam kebudayaan khas Indonesia di tempat aslinya, kita juga bias bertanya dengan orang yang lebih tahu dan ahli dalam kebudayaan tersebut. Dalam kesempatan kali ini, kami semua akan mengunjungi tiga kebudayaan khas Jawa, yaitu kita akan mempelajari adapt dari masyarakat Samin di Blora, Jateng. Yang kedua kita akan berbincang dengan para pemain kesenian Reog di Ponorogo, Jatim. Dan yang terakhir kita akan berdiskusi langsung dengan para pementas kesenian Ludruk di Mojokerto. Kita juga berkesempatan langsung untuk mengambil dokumentasi atau menggali informasi secara langsung mulai dari masyarakat asli Samin, pemain Reog, hingga para pemain Ludruk. Itu semua membuat saya dan teman-teman antusias, kami tidak sabar mengikuti kegiatan menyenangkan ini.

Tanggal 21 Juni 2009 yaitu hari Minggu pagi, saya dan teman-teman sudah bersiap di sekolah, menunggu mobil yang akan mengantar rombongan dari SMAM ke Jl. Jagir Wonokromo, tempat Gedung Diknas Jatim. Sekedar info ya, seluruh kegiatan ini akan diikuti oleh beberapa sekolah perwakilan Jogjakarta, Jateng, dan Jatim. Sedangkan perwakilan Jatim mengambil dari tiga kabupaten, yaitu Jombang, Lamongan, dan kabupaten kita – Gresik. Sampai di Diknas Jatim, kami semua berhenti sebentar dan duduk-duduk untuk melepas lelah dan sholat, sekaligus berkumpul dengan teman-teman dari kabupaten Lamongan dan Jombang guna mengakrabkan diri. Bagi yang mau makan juga ada abang bakso yang ramah menanti setiap pembeli (^^). Setelah selesai sholat dan istirahat, kita dipanggil untuk persiapan keberangkatan ke Jogja. Setelah persiapan dan pembagian kendaraan selesai, tepat jam 1 kami semua perwakilan dari Jatim berangkat ke Jogja dengan travel. Perjalanan yang panjang itu membuat saya mengantuk, saya pun tertidur – meskipun beberapa kali terbangun dan sempat berhenti untuk makan, akhirnya saya tertidur pulas untuk yang terakhir kalinya, dan saat saya membuka mata… Jogjakarta! Akhirnya travel kami sampai di kota unik ini. Saat itu kalo nggak salah menunjukkan pukul 12, mengarah ke pukul 12.30. Seharusnya jam segini, para manusia sudah tidur atau beristirahat dalam rumah, nyatanya yang saya lihat masih banyak orang berkeliaran untuk makan, jalan-jalan ataupun sekedar nongkrong di pinggiran jalan. Namun sepanjang yang saya lihat, kota Jogja sangat rapi dan apik, banyak lampu-lampu yang menerangi sudut jalan membuat kota ini semakin indah dipandang. Tepat jam 1 pagi, kami sampai di tempat kami – perwakilan dari Jatim akan menginap. Tempatnya di jalan Kyai Mojo no. 70, sebuah Balai Pelatihan, namun saya kurang tahu tentang tempat itu. Setelah membagi kamar, kami semua berbenah diri dan istirahat untuk menyambut esok hari yang pasti akan menyenangkan.

Esoknya, Senin 23 Juni 2009. Pagi hari saya dan teman-teman yang dari Jatim dibolehkan berjalan-jalan di sekitar Jogja, akhirnya kami ke Malioboro dengan bus umum. Disana kami belanja dan makan makanan Jogja yang enak sekali (^^9). Selanjutnya kami balik ke Balai Pelatihan dengan Bus Trans-Jogja. Menjelang pukul 12 siang kami telah berkemas dan berseragam putih abu-abu, tak lama kemudian murid dan guru perwakilan Jateng dan Jogja pun dating. Tepat jam 12 opening ceremony dimulai, sekaligus menjelaskan apa saja yang akan kita tuju selama pelatihan dan apa saja yang harus kita lakukan. Sekitar jam 3 sore semua sudah siap di dalam bus dan bus pun melaju menuju Blora, Jateng. Bus sampai di tempat sekitar pukul 1 pagi, kami semua segera masuk hotel dan menempati kamar masing-masing untuk istirahat.

Selasa, 24 Juni 2009. Kami semua masih berada di Blora, Jateng. Setelah sarapan dan berkemas kami pun menuju kediaman masyarakat Samin di Blora.

Ternyata pemukiman masyarakat Samin di Blora sangat terpencil, sampai-sampai sinyal handphone saya tidak ada. Namun di pemukiman ini telah terdapat listrik, warganya pun banyak yang sudah memiliki kendaraan atau alat elektronik. Orang-orang samin sangat ramah dan sopan, kami semua diterima dengan baik. Setelah puas bertanya berbagai macam tentang kehidupan dan adat masyarakat tersebut, kami pun dijamu berbagai jenis makanan dan jajanan enak. Setelah mengambil dokumentasi, kami semua melanjutkan perjalanan menuju Madiun.

Akhirnya setelah melalui waktu panjang di bus, kami sampai juga di kota Madiun. Kami segera menempati kamar masing-masing, dan dengar segera pula masing-masing kelompok berkumpul untuk menyusun seluruh data yang telah mereka dapatkan tadi di pemukiman masyarakat Samin, yang akan dipresentasikan setelah sholat Maghrib dan makan. Adapun kelompok dibagi menjadi dua yaitu kelompok guru dan murid, dimana kelompok guru menjadi 3 kelompok dan kelompok murid menjadi 5 kelompok. Seluruh perwakilan sekolah akan berpencar dalam kelompok yang berbeda, jadi tidak mungkin ada anggota dalam satu kelompok yang berasal dari sekolah yang sama. Setelah menjalani sholat Maghrib dan makan tibalah waktu presentasi, masing-masing perwakilan kelompok maju ke depan untuk membawakan laporannya. Presentasi berjalan lancar, meskipun ada sedikit masalah yaitu lampu yang mati tiba-tiba, membuat waktu presentasi sedikit terbuang. Setelah seluruh kelompok murid dan guru melakukan presentasi, selanjutnya seluruh peserta kembali ke kamar untuk istirahat, namun banyak juga yang memilih jalan-jalan ke alun-alun dekat hotel sebelum kembali ke kamar.

Rabu, 24 Juni 2009. Setelah sarapan pagi kami menuju tempat permainan Reog Ponorogo.